Pengungkapan Kartel Ayam Oleh Pemerintah Yang Pastinya Merugikan Konsumen

Gara-gara kasus kartel 12 perusahaan perunggasan di Indonesia, Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) bergerak untuk memberikan rekomendasi ke pemerintah agar praktik serupa tidak terulang lagi.

Apa isi rekomendasinya?

Ketua KPPU Syarkawi Rauf mengatakan terdapat sejumlah rekomendasi ke pemerintah terkait praktik kartel 12 perusahaan perunggasan di Indonesia dan bagaimana mengatasi hal tersebut ke depan.

Dia mengatakan, KPPU merekomendasikan kepada Presiden RI untuk melakukan perubahan UU No 41 Tahun 2013 tentang Peternakan dan Kesehatan.

Hal itu seiring dengan putusan KPPU yang menyatakan 12 perusahaan perunggasan secara sah melakukan kartel.

Menurut dia, UU No 41 tahun 2013 berpotensi adanya konglomerasi atau integrasi yang dilakukan perusahaan dari hulu ke hilir.

“Sehingga, nantinya hal ini dapat menjadi perlindungan pada peternak mandiri dan mencegah terjadinya pemusatan ekonomi di industri perunggasan,” ungkapnya, Kamis (13/10/2016).

Apa dampak penerapan UU tersebut? Salah satunya terlihat di beberapa daerah di Indonesia. Di daerah tersebut, para peternak mandiri sulit mendapatkan day old chicken (DOC) dengan kualitas baik (kelas 2).

Sebab, untuk DOC kelas 1 sudah dikuasai oleh perusahaan-perusahaan besar yang memiliki peternakan sendiri.

Hal itu tentu saja merugikan para peternak mandiri, karena DOC kelas 2 memerlukan banyak pengeluaran karna pemeliharan ekstra dari sisi pakan dan vaksin.

Selanjutnya, KPPU juga merekomendasikan kepada Kementerian Pertanian melalui presiden untuk membuat aturan dan regulasi yang jelas soal perunggasan di Indonesia yang sesuai dengan prinsip-prinsip persaingan usaha yang sehat.

Rekomendasi ketiga, yakni kepada Kementerian Perdagangan. KPPU merekomendasikan untuk memotong rantai distribusi (off farm) yang panjang di pasar hilir untuk melindungi peternak.

Sebab, harga live bird saat ini terlampau jauh sekitar Rp 40.000 per ekor, padahal di peternak hanya sekitar Rp 16.000 per ekor. “Kalau begitu, harga bisa lebih murah,” tutur Syarkawi.

Terakhir, KPPU menyarankan pemerintah lewat Badan Pusat Stastistik (BPS) untuk membangun sistem informasi atau data mengenai kebutuhan dan konsumsi daging ayam di Indonesia.

Sehingga dapat menjamin keteraediaan daging ayam dalam jumlah cukup dan harga terjangkau bagi masyarakat.

Hati-hati Dengan Penyakit Ayam Flu Burung yang Berbahaya

Sekitar 35 ayam kampung di RW 25, Sermo Tengah, Hargowilis, Kokap, Kulon Progo, DIY,  mendadak sejak akhir pekan lalu. Hasil pemeriksaan petugas pos kesehatan hewan setempat menunjukkan unggas tersebut positif terkena flu burung.

Menurut Widi Hartanto (29), warga setempat, seluruh ayam itu ditemukan di bawah pohon. Diduga  ayam berlangsung malam hari ketika ayam beristirahat di dahan-dahan pohon. Tidak ditemukan luka atau bekas terkaman pemangsa di tubuh unggas itu.

Kejadian pertama berlangsung Sabtu pagi pekan lalu. Delapan ayam milik Bapak Abadi, Ketua RW 25, tiba-tiba saja jatuh dari atas pohon, dan semuanya  kata Widi, Senin (2/11). Jumlah  ayam bertambah di hari Minggu. Sebanyak 15 ekor ayam milik Abadi kembali , begitu pun dengan ayam milik warga lain, yakni Wandi (5 ekor) dan Ny. Semi (5 ekor). Dua ayam kampung lain, yang tidak diketahui pemiliknya.

Warga yang khawatir segera menghubungi pos kesehatan hewan di Kecamatan Kokap. Petugas yang datang Minggu sore segera mengecek kondisi bangkai ayam dengan alat khusus. Petugas juga mengambil sampel cairan dari anus dan liur ayam.

“Dari hasil pemeriksaan itu, seluruh ayam positif terjangkit flu burung, akan tetapi belum diketahui jenis virusnya. Katanya masih menunggu hasil pemeriksaan sampel cairan,” ujar Abadi.

Seluruh bangkai ayam kemudian dibakar dan dikubur. Warga pun menyemprotkan disinfektan ke kandang-kandang ayam. Sejauh ini, belum ada laporan warga Sermo Tengah yang menunjukkan gejala flu pascabersentuhan dengan unggas. Namun demikian, warga siaga dan siap memeriksakan warga yang sakit ke Puskesmas.

Kepala Bidang Kesehatan Hewan Dinas Kelautan Perikanan dan Peternakan Kulon Progo Endang Purwaningrum mengatakan tindakan warga Sermo Tengah dalam menangani kasus flu burung sudah benar. Lebih lanjut, ia mengimbau warga untuk tidak menjual unggas ke luar daerah selama satu bulan ke depan.

“Penjualan unggas hanya akan memperluas persebaran virus flu burung. Kita tidak pernah tahu apakah unggas yang dijual itu benar-benar sehat atau justru sudah terinfeksi virus,” katanya.

Selama 2009, laporan kasus  unggas di Kulon Progo terus turun. Hanya saja, Endang tidak dapat menyebutkan angkanya karena masih direkapitulasi. Ia menyebutkan laporan datang dari masing-masing kecamatan, namun jumlahnya tidak banyak, sekitar 5-10 unggas di setiap kecamatan.

Flu burung sulit diberantas secara tuntas di Kulon Progo karena perilaku warga yang tidak mengandangkan unggas miliknya. Unggas-unggas seperti bebek, ayam, itik, dan ang sa, dibiarkan lepas liar di pekarangan untuk mencari makan. Padahal, unggas yang dilepas berpeluang tinggi menularkan virus flu burung.

“Kami sampai capek mengimbau warga, tapi mereka sulit sekali menurut. Kami sadar, mengubah perilaku tidak semudah membalikkan telapak tangan, sehingga butuh proses panjang,” keluh Endang.

Mengantisipasi penularan virus flu burung ke manusia, seluruh puskesmas di Kulon Progo juga sudah dibekali stok obat tamiflu. Menurut Kepala Dinas Kesehatan Kulon Progo Lestaryono, stok obat masih cukup hingga akhir tahun.

Makanan Olahan Nugget Ayam Bukan Makanan Sampah

Tidak semua makanan instan rendah gizi, contohnya nugget ayam. Meskipun tergolong sebagai bahan makanan yang mudah dan cepat dimasak, daging ayam yang diberi bumbu dan pelapis ini sangat kaya protein. Terdapat juga asam amino, lemak, karbohidrat, beberapa jenis vitamin dan mineral.

Salah satu kebutuhan masyarakat perkotaan saat ini adalah tersedianya bahan makanan yang praktis, yaitu yang bersifat ready to cook (siap untuk dimasak) dan ready to eat (siap untuk dimakan). Ready to cook artinya hanya membutuhkan sedikit waktu untuk menyiapkan dan menghidangkannya. Contoh paling populer dari makanan ready to cook adalah makanan instan, yang umumnya membutuhkan waktu pemasakan 1–3 menit.

Belakangan ini di pasaran juga tersedia makanan ready to cook dalam bentuk beku. Makanan dalam bentuk beku memiliki banyak keunggulan, khususnya terkait dengan upaya penyelamatan nilai gizi dan cita rasa. Zat gizi umumnya mudah rusak selama masa penyimpanan dan distribusi yang dilakukan pada suhu kamar. Teknik pembekuan yang dilakukan pada suhu yang tepat, sangat berguna untuk memperpanjang masa simpan produk dan manfaat zat gizi yang terkandung di dalamnya.

Salah satu bentuk makanan beku yang saat ini sangat digemari masyarakat luas adalah nugget. Umumnya berbentuk pipih, bulat, kotak, atau bentuk lain yang menarik perhatian anak-anak (seperti huruf atau hewan). Produk tersebut tersedia di supermarket atau outlet dalam berbagai merek dagang, kemasan, cita rasa, tekstur, dan harga jual. Harganya sangat bervariasi dari Rp 10.000 hingga 30.000 atau lebih per kemasan.

Pada dasarnya nugget merupakan suatu produk olahan daging berbentuk emulsi, yaitu emulsi minyak di dalam air, seperti halnya produk sosis dan bakso. Nugget dibuat dari daging giling yang diberi bumbu, dicampur bahan pengikat, kemudian dicetak menjadi bentuk tertentu, dikukus, dipotong, dan diselimuti perekat tepung (batter) dan dilumuri tepung roti (breading). Selanjutnya digoreng setengah matang dan dibekukan untuk mempertahankan mutunya selama penyimpanan.

Konsumsi Nugget Ayam Penuh Vitamin Bisa Membuat Sehat Badan

Jenis yang banyak dijual di pasaran adalah nugget ayam (chicken nugget) dan nugget ikan (fish nugget). Hingga saat ini nugget ayam lebih banyak dikonsumsi daripada nugget ikan. Hal tersebut terkait dengan ketersediaan bahan baku dan pola makan masyarakat. Jenis daging yang biasa dikonsumsi masyarakat Indonesia adalah: 56 persen daging unggas (terutama ayam), 23 persen daging sapi, 13 persen daging babi, 5 persen daging kambing, dan 3 persen jenis lainnya.
Rasa nugget jauh lebih gurih dibandingkan daging ayam atau ikan goreng biasa. Hal tersebut disebabkan pengaruh bumbu yang dicampurkan ke dalam adonan sebelum digoreng. Rasa nugget sangat bervariasi, tergantung dari komposisi bahan dan jenis bumbu yang digunakan.

Bahan baku utama yang dibutuhkan dalam pembuatan nugget ayam adalah daging ayam, khususnya yang berasal dari bagian dada tanpa tulang dan kulit (boneless skinless breast) dan bagian paha tanpa tulang dan kulit (boneless skinless leg).

Bahan baku pembantu terdiri dari minyak nabati untuk menggoreng produk supaya matang, fosfat untuk meningkatkan stabilitas emulsi dan daya ikat air dari daging, air (dalam bentuk air es) sebagai media pelarut dalam pencampuran bahan sehingga menjadi lembut, bahan pelapis (coater) yang terdiri dari batter dan breader.

Batter yang digunakan umumnya berupa susu cair (milkwash) yang berfungsi untuk melapisi daging dan sebagai media perekat bagi breader. Sebelum digunakan untuk melapisi daging, milkwash harus diencerkan dengan air hingga mencapai viskositas (kekentalan) tertentu. Breader merupakan bahan pelapis yang berbentuk granula atau butiran-butiran kasar yang digunakan untuk melapisi produk setelah penambahan milkwash. Breader umumnya berupa tepung roti atau panir.

Bumbu (spices) yang ditambahkan pada pembuatan nugget ayam sangat bervariasi antarprodusen, tetapi umumnya terdiri dari garam dan rempah-rempah. Garam dapur berfungsi sebagai pemberi cita rasa dan pengawet produk. Rempah-rempah yang digunakan merupakan campuran dari bawang putih, bawang merah, ketumbar, lada, dan flavor ayam. Semua bahan tersebut sudah dapat diperoleh dalam bentuk bubuk, sehingga sangat praktis dalam penggunaannya.

Daging Ayam Sering Diolah Menjadi Berbagai Makanan Siap Saji

Di tingkat industri, bahan baku nugget umumnya berupa daging ayam beku. Langkah pertama yang harus dikerjakan adalah melakukan proses pelayuan daging (tempering), yaitu dengan cara menaikkan suhu daging dari beku menjadi dingin (chill) di ruang dingin (chill room).

Daging yang telah dilayukan kemudian dicincang dengan alat penggiling (mincer meat) dan diperkecil ukurannya (diperhalus) dengan meat cutter. Hancuran daging selanjutnya dicampur dengan bumbu hingga diperoleh adonan yang tercampur merata. Proses pencampuran tersebut dilakukan pada suhu rendah untuk mempertahankan kualitas adonan.

Adonan yang telah terbentuk kemudian dicetak sesuai bentuk dan ukuran yang diinginkan. Selanjutnya dilapisi dengan susu cair (milkwash) dengan kekentalan tertentu dan ditaburi (coating) tepung roti (breader) hingga permukaannya tertutup rata.

Nugget kemudian dimasak dalam dua tahap, yaitu penggorengan dan pengovenan. Penggorengan dilakukan dengan merendam produk pada minyak goreng panas selama beberapa saat. Hasilnya berupa nugget yang belum mengalami pematangan penuh. Oleh karena itu, nugget harus dilewatkan ke dalam oven melalui konveyor berjalan. Pada tahap ini, nugget diberi uap jenuh panas sehingga mengalami pematangan penuh. Selain untuk mematangkan produk, proses ini juga berguna untuk membantu memperbaiki tekstur pada produk akhir.

Produk yang telah matang kemudian dibekukan dengan mesin pembeku (freezer) sampai membeku sempurna. Suhu pembekuan memegang peran penting terhadap daya simpan nugget. Nugget beku yang dihasilkan kemudian dikemas dengan kantong plastik jenis polyethylene.

Kisah Tragis Dari Perjalan Team Chapecoense

Pesawat yang ditumpangi skuat Chapecoense mengalami kecelakaan beberapa menit sebelum sampai Medellin, yang sekaligus mengakhiri mimpi mereka untuk merengkuh Copa Sudamericana.

Momen berkumpulnya pemain dan staf Chapecoense yang tengah menunggu di bandara Guarulho Sao Paulo mungkin akan sering diputar selama beberapa waktu ke depan. Sejatinya, klub asal Brasil itu dijadwalkan terbang ke Medellin, Kolombia, di mana mereka akan bertanding melawan tuan rumah Atletico Nacional di leg pertama Copa Sudamericana pada Kamis (1/12) pagi WIB mendatang.

Namun sekarang, impian klub tersebut lenyap dalam sekejap bersama 76 orang yang turut menjadi korban jatuhnya pesawat tepat lima kilometer di luar Medellin, dan wajah-wajah yang terekam ini mungkin akan selamanya diasosiasikan dengan sejarah paling memilukan dalam persepakbolaan Amerika Selatan.

Saat regu penyelamat terus berjuang menembus lebatnya hutan di luar Medellin, yang diperparah dengan visibilitas dan kondisi yang buruk, laporan awal yang keluar sangat simpang siur. Di momen-momen awal diyakini kecelakaan itu terjadi akibat masalah kelistrikan, dan dikabarkan ada tujuh penumpang yang selamat.

Chapeco yang merupakan kota asal klub Brasil itu sebelumnya tidak terbiasa dengan trgaedi. Terletak di jalur pertanian sebelah barat negara bagian Santa Catarina, kota itu lebih dikenal akan produksi pertaniannya ketimbang kekuatan sepakbolanya. Chapecoense sendiri merupakan tim pertama dari wilayah tersebut yang berjuang memperebutkan gelar menyusul pembentukannya pada 1973 silam, dengan mereka meraih trofi Catarinense empat tahun berselang mengalahkan kekuatan asal Florianapolis seperti Figueirense dan Avai.

Pada 2014 lalu, mereka untuk kali pertama masuk dalam jajaran elite kompetisi Brasil, Serie A, dan tahun ini mereka tampil di turnamen level kedua Amerika Selatan – Copa Sudamericana – atau tujuh tahun setelah promosi dari Serie D. Kenaikan seperti itu terbilang luar biasa, namun Chapecoense tidak berhenti sampai di situ.

Perjalanan mereka dimulai dengan meraih kemenangan melawan klub sesama Brasil Cuiaba, namun pertemuan melawan juara tujuh kali Copa Libertadores Independiente tampak sebagai sinyal dari akhir petualangannya. Meski begitu, Chapecoense justru menyulitkan lawannya tersebut selama dua leg yang berakhir imbang tanpa gol, sebelum kemudian kiper Danilo – yang sempat selamat dari kecelakaan namun meninggal dunia di rumah sakit – mengantar timnya menembus perempat-final dengan aksi penyelamatannya di babak adu penalti.

Klub Kolombia Junior kemudian menjadi mangsa mereka berikutnya. Meski kalah 1-0 di Barranquilla, Chapecoense sukses membalikkan skor dan menang 3-1 secara agregat di hadapan pendukungnya sendiri. Dan, setelah pertemuan intens melawan San Lorenzo di semi-final, satu tiket ke partai puncak pada akhirnya mereka amankan berkat keunggulan gol tandang atas wakil Argentina tersebut.

“Jika saya harus meninggal hari ini, saya akan senang,” demikian Caio Junior, pelatih Chapecoense kepada wartawan sebelum timnya terbang menuju Medellin. Pernyataannya tersebut kini berubah kenyataan, dan hal itu tentu terbilang memilukan.

Adapun di balik tragedi terkadang meninggalkan momen untuk merenung. Hal itu dialami penyerang Argentina Alejandro Martinuccio, yang merapat ke Chape di awal musim 2016. Ia merupakan mantan pemain Penarol yang berhadapan dengan Neymar dalam kekalahan final Copa Libertadores 2011 dari Santos, dan ia absen dalam penerbangan tersebut karena terkendala cedera.

Kekecewaan yang ia alami sebelumnya kini berubah menjadi permohonan doa. “Tolong berdoalah untuk rekan-rekan saya,” tulisnya di Twitter saat mengetahui kabar tragis tersebut, dan kini sang pemain butuh perhatian lebih untuk mengobati trauma kehilangannya yang teramat dahsyat.

Adapun Medellin yang menjadi tempat persinggahan Chapecoense memang dikenal berbahaya di dunia penerbangan. Pada 24 Juni 1935, terjadi kecelakaan yang merenggut nyawa penyanyi legendaris tango Carlos Gardel dan 16 orang lainnya. Pada 1967, sebuah pesawat yang membawa skuat Racing Club yang akan berhadapan dengan Independiente Medellin mengalami masalah teknis, yang lantas membuat para penumpang mengkhawatirkan keselamatannya. “Jika kita selamat dari ini, kita akan menjadi juara,” bisik pemain Racing kepada satu sama lain waktu itu, dan mereka benar; kesalahan teknis pesawat yang mereka tumpangi hilang dengan sendirinya, dan mereka keluar sebagai juara sebelum kemudian takluk dari Celtic di Piala Interkontinental.

Namun keberuntungan tidak memihak Chapecoense kali ini. Klub dari kota kecil itu ikut hancur berkeping-keping seiring mereka kehilangan sebagian besar skuat utamanya dan kini menghadapi prospek untuk membangun klub dari nol. Tapi mereka mendapat bantuan moril dari penjuru dunia, termasuk Manchester United dan Torino yang juga pernah melewati tragedi memilukan ini.

Dan pastinya mereka akan kembali. Klub Brasil itu boleh saja hancur beberapa jam sebelum meraih momen terbesar dalam sejarahnya, dan sang underdog kini dihadapkan dengan tugas untuk membangun dari sisa-sisa debu di Medellin. Untuk saat ini, Chapecoense pantas kita doakan, seiring kejadian ini merupakan tragedi paling memilukan dalam persepakbolaan Amerika Selatan yang membuat seluruh dunia berduka.

Nguyen Huu Thang Sangat Khawatir Dengan Cuaca Di Hanoi

Huu Thang menganggap cuaca di Hanoi tidak bersahabat, dan berpotensi membuat pemain sakit.

Pelatih Vietnam Nguyen Huu Thang mengaku lebih mengkhawatirkan cuaca di Hanoi dibandingkan Bogor saat menjalani pertandingan semi-final AFF Suzuki Cup 2016 melawan Indonesia.

Vietnam terlebih dulu dijamu Indonesia di Stadion Pakansari, Bogor, Sabtu (3/12) malam WIB, di laga leg pertama. Empat hari kemudian, leg kedua digelar di Stadion My Dinh. Pada bulan ini, cuaca di Hanoi sangat dingin.

“Bermain di Indonesia di tengah iklim yang panas tidak terlalu membuat saya khawatir, karena pemain sudah terbiasa selama menjalani persiapan dan pertandingan grup. Begitu juga saat uji coba,” ujar Huu Thang dinukil laman Zing.

“Hal yang paling saya khawatirkan justru saat kami bermain di Hanoi. Cuaca dingin dan hujan akan membuat pemain mudah sakit, dan juga berpengaruh terhadap fisik.”

SIMAK JUGA: Penjebol Gawang Indonesia Absen Di Leg Pertama

Sementara itu, mengenai pengganti Truong Dinh Luat untuk mendampingi Que Ngoc Hai di barisan belakang, Huu Thang mengaku masih belum memastikan. Kendati demikian, ia sudah menyiapkan tiga pemain.

“Saya masih mencoba beberapa alternatif, dan kalian akan mengetahuinya saat 3 Desember. Dinh Tien Thanh dan Bui Tien Dung dapat dimaksimalkan. Bahkan Tran Dinh Dong yang biasa menjadi gelandang juga bisa ditempatkan di posisi itu. Kami akan lihat siapa yang paling siap,” tutur Huu Thang dikutip Thanh Nien.

Kutukan yang Selalu Membayangi Group Vietnam Akan Berlanjut

Vietnam selalu mendapatkan hasil mengecewakan di semi-final saat mereka mampu tampil sebagai juara grup

Tak dipungkiri lagi Vietnam merupakan salah satu tim yang kerap difavoritkan menjadi juara setiap kali AFF Suzuki Cup digelar. Mereka pun menjadi langganan semi-final pesta sepakbola Asia Tenggara dua tahunan ini.

Sejak penyelenggaraan pertama pada 1996 hingga sekarang, tercatat Vietnam berhasil menembus semi-final di sembilan edisi. Dari sembilan kesempatan itu, Vietnam mengakhirinya dengan status runner-up pada 1998, dan menjadi juara sepuluh tahun kemudian.

Sukses itu diperoleh ketika Vietnam tidak tampil sebagai juara fase grup. Saat tampil sebagai runner-up 1998, The Golden Star menduduki posisi kedua Grup B di bawah Singapura yang akhirnya keluar sebagai juara. Sedangkan saat menjadi kampiun 2008, Vietnam berada di bawah Thailand yang memuncaki Grup B.

Namun Vietnam justru mendapatkan hasil mengecewakan bila tampil sebagai juara fase grup. Tercatat empat kali Vietnam berhasil memuncaki klasemen, namun tak satu pun yang berakhir manis.

Pada penyelenggaraan 2000, Vietnam menjadi jawara Grup B di atas Malaysia, Singapura, Kamboja, dan Laos. Di semi-final, Vietnam yang saat itu ditangani Alfred Riedl bertemu Indonesia. Dalam pertandingan yang dituntaskan dengan perpanjangan waktu itu, Vietnam ditaklukkan 3-2 setelah Gendut Doni Christiawan mencetak gol menentukan pada menit ke-120.

Dua tahun kemudian, Vietnam kembali merajai fase grup. Kali ini mereka memuncaki Grup A di atas Indonesia, Myanmar, Kamboja, dan Filipina. Vietnam selanjutnya bertemu runner-up Grup B Thailand di Stadion Utama Gelora Bung Karno. Namun mereka menelan kekalahan telak 4-0 dari Thailand yang akhirnya menjadi juara dengan menaklukkan Indonesia lewat adu penalti.

Ketidakberuntungan Vietnam terus berlanjut di AFF Suzuki Cup 2010. Memuncaki klaseme Grup B, Vietnam berhasil lolos dari lubang jarum untuk mengungguli Filipina, Singapura, dan Myanmar. Di empat besar, Vietnam berhadapan Malaysia. Di leg pertama, Vietnam takluk 2-0, dan hanya bermain imbang tanpa gol saat menjamu Malaysia, sehingga kalah agregat 2-0.

Vietnam pun berharap kutukan mereka di semi-final dengan status juara grup terhenti di 2014. Tampil perkasa tanpa kekalahan lewat dua kemenangan, dan sekali imbang, Vietnam memuncaki klasemen Grup A di atas Filipina, Indonesia, dan Laos.

Harapan itu sempat membumbung tinggi ketika mereka mengalahkan Malaysia 2-1 pada laga leg pertama di Stadion Shah Alam. Namun saat menjamu Malaysia di Stadion My Dinh, Vietnam justru takluk 4-2, sehingga kalah agregat 5-4, dan catatan buruk di semi-final sebagai pemuncak grup tetap berlanjut.

Klub Papan Atas Brasil, Bersedia Meminjamkan Pemainnya Untuk Chapecoense

Direktur dari klub Brasil Coritiba, Corinthians, Santos, Porteuguesa, Sao Paolo, dan juara Serie A Brasil Palmeiras, telah sepakat untuk membantu Chapecoense dengan meminjamkan para pemain mereka secara gratis, dan mengajukan petisi ke Asosiasi Sepakbola Brasil (CBF) untuk membebaskan Chapecoense dari degradasI agar tim tersebut mendapat kesempatan untuk membangun kembali timnya

Chapecoense baru saja kehilangan banyak pemain dan ofisialnya setelah mengalami kecelakaan pesawat, Senin (27/11) malam, dalam perjalanannya ke Kolombia untuk menghadapi Atletico Nacional di leg pertama final Copa Sudamericana.

Pihak pemerintah Brasil menyatakan kecelakaan tersebut telah mengakibatkan 71 orang meninggal dunia, yang terdiri dari pemain, jurnalis, dan ofisial tim. Sementara enam penumpang selamat dari pesawat yang jatuh di wilayah bukit Cerro Gordo, Kolombia.

Klub-klub papan atas Brasil tersebut kemudian mempublikasikan pernyataan untuk membantu Chapecoense, berikut isi pernyataan yang diumumkan pada Selasa (29/11), seperti dikutip dari Goal Internasional:

“Dengan ini klub mengumumkan langkah-langkah solidaritas kepada Chapecoense, antara lain:

“(I) Meminjamkan pemain secara gratis untuk musim 2017;”

“(II) Meminta secara resmi kepada asosiasi sepakbola Brasil agar Chapecoense terbebas dari degradasi ke Serie B Brasil untuk tiga musim ke depan. Jika Chapecoense finis di empat terbawah, tim di peringkat 16 yang akan terdegradasi.”

“Ini adalah bentuk minimal dari solidaritas yang bisa kami sampaikan saat ini, tapi itu berdasarkan pada tujuan yang tulus untuk membangun kembali klub sepakbola Brasil yang sedang mengalami kehilangan.”

Hingga artikel ini ditulis pihak CBF belum memberikan respon atas permohonan tersebut. Final ajang Copa Sudamericana yang seharusnya Chapecoense lakoni Rabu (30/11) dibatalkan. Selain itu dalam beberapa pekan ke depan laga-laga di kompetisi sepakbola Brasil akan ditunda.

Gasperini, Atlanta Mirip Dengan Leicester City

Pelatih Atalanta Gian Piero Gasperini menyatakan performa bagus timnya belakangan ini membuat timnya layak jika ingin dibandingkan dengan juara Liga Primer Inggris musim lalu Leicester City.

Atalanta tampil spektakuler dalam beberapa pekan terakhir, klub berjuluk Orobici tersebut tak terkalahkan dalam sembilan laga terakhirnya di Serie A Italia, mereka hanya mencatatkan satu hasil seri dan selalu menang di delapan laga lainnya.

Pencapaian gemilang itu membuat Atalanta menempati peringkat lima klasemen Serie A. Mereka mampu mengumpulkan 28 poin dalam 14 laga, sama dengan poin Lazio di peringkat empat, mereka hanya tertinggal satu poin dari AS Roma di peringkat kedua, dan lima poin dari Juventus yang berada di puncak klasemen.

“Jika anda melihat performa kami dalam dua setengah bulan terakhir, saya bisa melihat perbandingan itu. Setelah itu saya tidak tahu,” ujar Gasperini kepada Radio Sportiva ketika timnya disebut sebagai Leicester-nya Italia.

“Anda bisa bertaruh beberapa euro untuk kami, tidak ada salahnya,” tambah mantan pelatih Inter itu.

Pelatih asal Italia Claudio Ranieri mampu membuat kejutan besar dalam sejarah olahraga ketika sukses membawa Leicester menjuarai Liga Primer Inggris musim lalu meski harus bersaing dengan klub-klub besar yang memiliki kekuatan finansial jauh di atas mereka.

Beberapa fans mendapattkan keuntungan besar setelah mempertaruhkan sedikit uangnya di bursa taruhan untuk The Foxes di awal musim dengan peluang menang 5.000 berbanding 1.

“Di Italia akan sangat sulit dan mustahil mengulang pencapaian Ranieri. Untuk saat ini kami senang dengan pencapaian kami. Kami akan berusaha untuk terus meniru Leicester selama mungkin,” ujar pelatih berusia 58 tahun tersebut.